ILUSTRASI Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan masih belum bisa menyebut titel sponsor yang bakal digunakan untuk L...
![]() |
ILUSTRASI |
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Berlinton Siahaan masih belum bisa menyebut titel sponsor yang bakal digunakan untuk Liga 2. Ia memastikan titel yang dipakai nantinya berbeda dengan Liga 1.
Berlinton mengatakan, sudah ada calon sponsor yang mau mendanai Liga 2. Namun, pihaknya masih belum dapat memastikan siapa yang akan digandeng sebagai sponsor utama.
"Malam ini saya akan ketemu (dengan calon sponsor). Dalam 1-2 hari ini mungkin baru bisa dipastikan," kata Berlinton kepada media di Jakarta, Kamis (30/3).
Beda halnya dengan Liga 1 yang langsung digandeng dua sponsor utama, Gojek dan Traveloka, kompetisi kasta kedua masih menjajaki kemungkinan sponsor utamanya.
Kendati demikian, Berlinton mengaku sudah menjalin komunikasi dengan calon sponsor Liga 2. Para investor ingin terlibat mengingat kompetisi kasta kedua juga mendapat slot siaran langsung di salah satu televisi swasta. Sebanyak enam pertandingan dalam sepekan bakal disiarkan secara langsung.
Ketertarikan sponsor juga menular kepada manajemen klub. Manajer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, bahkan mengklaim sudah mendapat sejumlah sponsor untuk mengarungi kompetisi kasta kedua tersebut.
Ditanya soal dana yang dikeluarkan selama satu musim untuk bisa ikut di Liga 2, Fahmi mengatakan itu semua disesuaikan dengan target yang ditetapkan masing-masing klub. Minimal, sebutnya, untuk bisa mencapai babak ketiga, Persatu membutuhkan Rp3 miliar.
Padahal, subsidi yang diberikan operator Rp500 juta dan baru akan ditambah Rp400 juta jika lolos ke babak 16 besar.
"Ya jelas timpang (jumlah subsidi). Tapi mau bagaimana lagi karena banyaknya klub kita enggak mungkin menekan PSSI lagi. Kami nutupinnya dari sponsor. Alhamdulillah Persatu Tuban sudah ada," tukasnya.
Liga 2 bakal digelar mulai 19 April mendatang dan akan dibuka dengan duel antara PSS Sleman dan PSCS Cilacap di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta.
Sumber: cnnindonesia
Sumber : Harian Publik - Ternyata, Sponsor Untuk Liga Dua Masih Menggantung