ilustrasi Pihak berwenang di negara Cina melarang 15 jenis perilaku yang sudah dinilai terlalu ekstrem dalam bergama. Hal tersebut termasuk ...

ilustrasi
Pihak berwenang di negara Cina melarang 15 jenis perilaku yang sudah dinilai terlalu ekstrem dalam bergama. Hal tersebut termasuk Larang Memelihara Janggut dan juga berhijab di tempat umum di Xinjiang, yang merupakan salah satu pusat Muslim di Cina.
Larang Memelihara Janggut tersebut dipercaya dapat melawan radikalisme. Pasalnya, mereka menganggap radikalisme cepat muncul di wilayah yang berbatasan dengan Krygyzstan dan juga Tajikistan.
Cina mengunkapkan bakal meningkatkan kampanye melawan ekstremis agama di Xinjiang. di Dalam beberapa tahun terakhir, di wilayah itu sudah terjadi bentrok antara Muslim Uighur dengan anggota polisi Cina.
Seperti dikutip Daily Mail, Sabtu, (1/4), berbagai aturan baru tersebut mulai diberlakukan pada hari ini. Dengan begitu, para pria tidak boleh memelihara janggut panjang lantaran dikesankan abnormal.
Mereka juga melarang beragam pemikiran yang dianggap ekstrem menyebar, baik melalui televisi maupun radio. Hal itu demi mencegah anak-anak secara tidak langsung mendapatkan pendidikan mengenai ide ‘ekstremisme’.
Para kelompok pembela hak asasi manusia mengatakan, kekerasan yang terjadi pada Muslim di Xinjiang merupakan reaksi terhadap penindasan oleh pemerintah. Meski begitu pemerintah menyangkal melakukan setiap pelanggaran di Xinjiang. Mereka bahkan menegaskan kalau hak hukum, budaya, serta agama etnis Uighur sepenuhnya dilindungi.
Sejak 2014, laman The Independent telah memberitakan sejumlah pembatasan ekspresi bagi Muslim di daerah tersebut. Warga yang berjanggut panjang atau berhijab tak diperbolehkan bepergian menggunakan transportasi publik. Kebijakan tersebut memicu kemarahan aktivis HAM di berbagai belahan dunia.
Sumber: indoharian
Sumber : Harian Publik - Semakin Meresahkan! Apa Sebenarnya Alasan Cina Larang Umat Muslim Pelihara Jenggot dan Berhijab di Tempat Umum?